Etika Memakai Sandal Dan Sepatu

Islam adalah satu-satunya agama yang banyak sekali memperhatikan aspek akhlaq dan etika, dari hal yang sebesar-besarnya hingga sekecil-kecilnya. Oleh karena itu, pantaslah pula apa yang dikatakan ‘Aisyah radliyallâhu ‘
anha ketika ditanya tentang akhlaq Rasulullah bahwa akhlaq beliau adalah al-Qur’an.

Bila kita mengamati kandungan al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi, maka sangat sulit kita untuk tidak mengatakan bahwa di dalamnya selalu terkait dengan akhlaq dan etika itu. Salah satu hal yang nampaknya sepele tetapi besar artinya yang diberikan perhatian oleh Islam adalah masalah etika memakai sandal atau sepatu.

Dari Abu Hurairah radliyallâhu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, “Bila salah seorang diantara kamu memakai sandal, maka hendaklah dia memulainya dengan kaki kanan dan bila dia melepasnya, maka hendaklah dia memulainya dengan kaki kiri. Jadikanlah kaki kanan yang pertama dari keduanya dipakai dan yang terakhir dari keduanya yang dilepas (dicopot).” (HR.Bukhari)

Kandungan Hadits

Terdapat hadits yang diriwayatkan ‘Aisyah di dalam kitab ash-Shahîhain bahwasanya Nabi Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam sangat suka menganan (memakai dengan memulai yang kanan), baik ketika memakai sandal atau sepatu (atau sandal dan yang semaknanya), menyisir, bersuci dan seluruh urusannya. Beliau Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam senantiasa memulai dengan kanan dan mendahulukannya terhadap sesuatu yang baik dan mengakhirkannya terhadap yang selain itu. Bila memakai sandal, beliau mendahulukan kaki kanan; bila memakai pakaian, beliau mendahulukan sebelah kanan dan bila masuk masjid, beliau mendahulukan kaki kanan.

Beliau mendahulukan yang kiri untuk selain hal itu; ketika masuk WC, keluar dari Masjid, melepas kedua sandal, pakaian dan semisalnya.

Beliau mengkhususkan yang kanan di dalam makan, minum, berjabat tangan dan mengambil sesuatu yang baik. Dan beliau mengkhususkan yang kiri terhadap kotoran dan sesuatu yang tidak disukai. Inilah sunnah Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam yang beliau sukai dan senang melakukannya.

Di dalam masalah thaharah (bersuci), beliau mendahulukan untuk mencuci tangan kanan dan kaki kanan. Ketika mencukur di dalam manasik haji, beliau mendahulukan bagian sebelah kanan dari kepalanya atas bagian kirinya, demikianlah yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam.

Menurut syari’at, akal dan estetika bahwa mendahulukan yang kanan terhadap sesuatu yang baik dan mengkhususkannya serta mengkhususkan yang kiri terhadap sesuatu yang tidak disukai adalah lebih utama. Oleh karena itu, kaidah syari’at yang kemudian diambil dari sunnah beliau Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam adalah mendahulukan yang kanan terhadap setiap sesuatu yang pernah beliau lakukan dalam rangka memuliakan beliau dan yang selain itu, dianjurkan untuk memulainya dengan yang kiri.

Ibn al-’Arabi (bukan Ibn ‘Arabi, tokoh Sufi yang sesat-red.,) berkata, “Memulai dengan yang kanan disyari’atkan terhadap semua amal shalih karena keutamaannya secara estetika lebih kuat dan secara syari’at lebih dianjurkan untuk mendahulukannya.”

al-Hulaimi berkata, “Sesungguhnya memulai dengan yang kiri ketika melepas (sandal atau sepatu-red.,) karena memakai itu adalah suatu kehormatan dan juga karena ia (dalam posisi) menjaga (melindungi). Manakala yang kanan lebih mulia dan terhormat daripada yang kiri, maka dimulailah dengannya ketika memakai dan dikemudiankan ketika melepas (mencopot) sehingga kehormatannya tetap ada dan jatahnya dari hal itu lebih banyak.”

SUMBER: Tawdlîh al-Ahkâm Min Bulûgh al-Marâm, karya Syaikh.’Abdullah al-Bassam, jld.VI, h.233-234

Manfaat Kacang Hijau bagi Ibu Hamil

Phaseolus Aureus atau yang lebih dikenal dengan nama kacang hijau merupakan salah satu jenis polong-polongan yang cukup sering dikonsumsi. Biasanya kacang hijau diolah menjadi bubur ataupun puding. Ada juga orang yang menggunakan kacang hijau sebagai bahan utama membuat peyek pengganti kacang tanah.

Dibalik bentuknya yang mungil, kacang hijau mengandung protein nabati yang cukup tinggi. Tidak hanya itu saja, kacang hijau juga menjadi salah satu sumber mineral penting yang diperlukan oleh tubuh. Tak heran jika banyak ahli gizi yang menyarankan kacang hijau untuk dikonsumsi balita, karena kandungan nutrisinya baik untuk masa pertumbuhan.

  • Nutrisi Penting

Kacang hijau atau Phaseolus Aureus berasal dari Famili Leguminoseae alias polong-polongan. Kandungan proteinnya cukup tinggi dan merupakan sumber mineral penting, antara lain; kalsium dan fosfor yang sangat diperlukan tubuh. Sedangkan  kandungan lemaknya terdiri dari 73% asam lemak tak jenuh dan 27% asam lemak jenuh, sehingga aman dikonsumsi oleh orang yang memiliki masalah kelebihan berat badan. Kandungan penting yang ada di dalam kacang hijau :

Protein Tinggi

Kacang hijau mengandung protein tinggi, sebanyak 24%. Dalam menu masyarakat sehari-hari, kacang-kacangan adalah alternatif sumber protein nabati terbaik. Secara tradisi, ibu-ibu hamil sering dianjurkan mengonsumsi kacang hijau agar bayi yang dilahirkan mempunyai rambut lebat. Pertumbuhan sel-sel tubuh termasuk sel rambut memerlukan gizi yang baik terutama protein, dan karena kacang hijau kaya akan protein maka keinginan untuk mempunyai bayi berambut tebal akan terwujud.

Kalsium  dan fosfor

Kandungan kalsium dan fosfor pada kacang hijau bermanfaat untuk memperkuat tulang.

Serat

Serat berfungsi membantu kelancaran proses pencernaan serta memelihara kesehatan saluran cerna kita. Terhambatnya proses pencernaan akan mengakibatkan penyerapan nutrisi yang tidak maksimal oleh tubuh.

Karbohidrat Kompleks

Karbohidrat kompleks dicerna tubuh lebih lama sehingga energi kita lebih stabil bila mengkonsumsi karbohidrat kompleks. Dengan mengkonsumsi kacang hijau yang mengandung karbohidrat kompleks, kita akan merasa kenyang lebih lama serta tidak mudah lelah.

Lemak Rendah

Sangat baik bagi orang yang ingin menghindari konsumsi lemak tinggi. Kadar lemak yang rendah dalam kacang hijau menyebabkan bahan makanan/minuman yang terbuat dari kacang hijau tidak mudah tengik. Lemak kacang hijau tersusun atas 73% asam lemak tak jenuh dan 27% asam lemak jenuh. Umumnya kacang-kacangan memang mengandung lemak tak jenuh tinggi. Asupan lemak tak jenuh tinggi penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Vitamin B1 (tiamin)

• Untuk pertumbuhan. Pada awalnya vitamin B1 dikenal sebagai anti beri-beri. Selanjutnya dibuktikan bahwa vitamin B1 juga bermanfaat untuk membantu proses pertumbuhan. Defisiensi vitamin B1 dapat mengganggu proses pencernaan makanan dan selanjutnya dapat berdampak buruk bagi pertumbuhan. Dengan meningkatkan asupan bahan makanan yang banyak mengandung vitamin B1, seperti kacang hijau, hambatan pertumbuhanpun dapat diperbaiki.

• Meningkatkan nafsu makan dan memperbaiki saluran pencernaan.

Secara tak langsung peran ini sangat berkaitan dengan efek perbaikan pertumbuhan badan. Penelitian mengungkapkan bahwa defisiensi vitamin B1 menyebabkan waktu pengosongan lambung dan usus dua kali lebih lambat yang mengindikasikan sulitnya proses pencernaan makanan yang terjadi sehingga kemungkinan makanan tersebut tidak dapat diserap dengan baik.

• Sumber energi

Vitamin B1 adalah bagian dari koenzim yang berperan penting dalam oksidasi karbohidrat untuk diubah menjadi energi. Tanpa kehadiran vitamin B1 tubuh akan mengalami kesulitan dalam memecah karbohidrat.

• Memaksimalkan kerja syaraf

Tanda-tanda pertama orang yang kekurangan vitamin B1 adalah penurunan kerja syaraf. Kegiatan syaraf terganggu karena oksidasi karbohidrat terhambat. Penelitian pada sekelompok orang yang makanannya kurang cukup mengandung vitamin B1 dalam waktu singkat muncul gejala-gejala mudah tersinggung, tidak mampu memusatkan pikiran, dan kurang bersemangat. Hal ini mirip dengan tanda-tanda orang stress.

Vitamin B2 (riboflavin)

• Membantu penyerapan protein di dalam tubuh

Salah satu teori menyebutkan bahwa vitamin B2 dapat membantu penyerapan protein di dalam tubuh. Kehadiran vitamin B2 akan meningkatkan pemanfaatan protein sehingga penyerapannya menjadi lebih efisien.

Lima Syarat Melakukan Maksiat

Suatu hari ada seorang laki-laki yang menemui Ibrahim bin Adham, sorang sufi terkemuka. Dia berkata, “Wahai Aba Ishak! Selama ini aku gemar bermaksiat. Tolong berikan aku nasihat.”

Setelah mendengar perkataan tersebut Ibrahim berujar,”Jika kamu menerima syarat dan mampu melaksanakannya, maka boleh saja kamu melakukan maksiat.”

Lelaki itu dengan penasaran bertanya.”Apa saja syarat –syarat itu, wahai Aba Ishak?”

Ibrahim bin Adham berkata.” Syarat pertama, jika kamu bermaksiat kepada Allah, jangan memakan rezekinya.”

Mendengar itu dia mengernyitkan kening seraya berkata, “Lalu mau makan dari mana?Bukankah semua yang di bumi ini rezeki dari Allah?

“Ya,” tegas Ibrahim bin Adham.

‘Kalau kamu sudah memahaminya, masih pantaskah memakan rezekinya, sementara kamu selalu berkeinginan melanggar larangan-Nya?”

“Yang kedua,”kata Ibrahim, “Kalau mau bermaksiat jangan tinggal di bumi-Nya

Syarat ini membuat lelaki itu kaget setengah mati.

Ibrahim kembali berkata kepadanya, “Wahai Abdullah, pikirkanlah, apakah kamu layak memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sementara kamu melanggar segala larangan-Nya?”

“Ya, Anda benar,”kata lelaki itu. Dia kemudian ,menanyakan syarat yang ketiga. Ibrahim menjawab, “ Kalau kamu masih mau bermaksiat, carilah tempat tersembunyi yang tidak dapat terlihat oleh-Nya!”

Lelaki itu kembali terperanjat dan berkata, “ Wahai Ibrahim, ini nasihat macam apa? Mana mungkin Allah tidak melihat kita?”

“Nah, kalau memang yakin demikian, apakah kamu masih berkeinginan berlaku maksiat?”kata Ibrahim.

Lelaki itu mengangguk dan meminta syarat yang ke empat. Ibrahim melanjutkan, “Kalau malaikat maut datang hendak mencabut rohmu, katakanlah kapadanya, ‘Mundurkan kematianku dulu. Aku masih mau bertaubat dan melakukan amal saleh.”

Kembali lelaki itu menggelengkan kepala dan segera tersadar, “ Wahai Ibrahim, mana mungkin malaikat maut akan memenuhi permohonanku?”

“Wahai Abdullah, kalau kamu sudah meyakini bahwa kamu tidak bisa menunda dan mengundurkan datangnya kematianmu, lalu bagaiamana engkau bisa lari dari murka Allah?”

“Baiklah, apa syarat kelima?” Ibrahim pun menjawab, “ Wahai Abdullah, kalau malaikat Zabaniyah dating hendak menggiringmu ke api neraka di hari kiamat nanti, jangan engkau ikut bersamanya.”

Perkataan itu membuat lelaki itu tersadar.

Dia berkata, “ Wahai Aba Ishak, sudah pasti malaikat itu tidak membiarkan aku menolak kehendaknya.” Dia tidak tahan lagi mendengar perkataan Ibrahim. Air matanya bercucuran. “ Mulai saat ini aku bertobat kepada Allah,”katanya sambil terisak.

Maka jika kita tak bisa memenuhi kelima syarat tersebut, dan pastinya tak mungkin bisa, tak pantas bagi kita untuk melakukan kemaksiatan dan durhaka kepada Allah swt. Bahkan bukan hanya tidak pantas kita melakukan dosa, tapi  memang tak ada celah dan tak ada alasan untuk itu. Dan jika kita renungkan lebih dalam, maka yang berani melakukan perbuatan maksiat adalah orang-orang bodoh yang tak mengerti apa sesungguhnya hakikat kehidupan ini, dan kamana akan pergi setelah meninggalakan dunia. Lelaki dalam kisah di atas di sadarkan akan kenyataan bahwa kemaksiatan merupakan perbuatan yang justru menjerumuskan pada kerugian yang nyata.

Ilmu Tanaman Obat

Ilmu Tanaman Obat dalam Islam Secara prinsip, herbalogi atau ilmu pengunaan tanaman obat ialah menggunakan bahan yang bersifat alami dan tidak menggunakan bahan-bahan sintetis. Herba terbaik tentunya ialah herba yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, seperti madu, habbatusaudah, minyak zaitun, dan termasuk tanaman-tanaman obat lain yang tumbuh disekitar kita. Rasulullah pernah bersabda “tidaklah suatu penyakit diturunkan melainkan Allah juga menyertakan obat-obatnya”. Di dalam kitab suci Al-Qur’an, terdapat ayat-ayat ALLAH yang berhubungan dengan tanaman obat dan memerintahkan manusia untuk menggunakannya :

“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan”. (QS. An Nahl [16] : 11) “Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya”. (QS.’Abasa [80]:24) “Lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu”. (QS.’Abasa [80]: 27 – 32)

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”. (Al Baqarah [2]: 168-169)

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. (QS.Al-Baqarah [2] : 208) Rasululloh SAW pun mengajurkannya melalui hadist-hadits berikut: “Gunakanlah dua penyembuh: madu dan Al Qur’an” (HR. Ibnu Majah dan Al Hakim) “Kesembuhan itu ada dalam 3 perkara, yaitu minum madu, berbekam, dan kayy dengan api. Dan aku melarang umatku dari kayy.” (HR. Bukhari)

keterangan: Kayy = besi panas.

“Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obat, dan menjadikan bagi setiap penyakit obatnya, maka (berobatlah kamu sekalian, tetapi) jangan berobat dengan yang haram.” (HR. Abu Dawud) Dari Jabir berkata, “Rasulullah bersabda, bagi tiap-tiap penyakit itu ada obatnya, apa bila obat yang dengan penyakitnya maka ia sembuh dengan izin Allah.” (H.R. Muslim) Wallohu a’laam…

Sudah Bersyukurkah Kita?

Apa yang terjadi jika salah satu anggota tubuh kita rusak atau tidak berfungsi lagi?misalnya ginjal kita mengalami kerusakan, ginjal kiri mengecil dan ginjal kanan hanya berfungsi 10% saja. Maka yang terjadi dalah metabolisme tubuh akan terganngu, kepala menjadi pusing, dan perut terasa mual, belum lagi  jika ginjal hanya berfungsi 5 % saja, maka alternatif yang harus dilakukan adalah cuci darah.  Bagaimanapun cara dan berapapun biayanya pasti akan dikeluarkan supaya bisa bertahan hidup. Tidak hanya biaya besar yang harus dikeluarkan tapi proses cuci darah yang berlangsung  4 sampai 5 jam juga bisa membuat penderita gagal ginjal merasa kesakitan. Pada prosesnya di bagian lengan harus ditusuk dengan jarum sebesar paku dan dipasang dua selang untuk mengalirkan darah yang harus dicuci, pada bagian paha juga ditusuk jarum untuk aliran darah keluar  lewat selang dan otomatis si penderita mau tidak mau pasti melihat darah dari tuhuh bersliweran dipompa keluar masuk ke dalam mesin cuci darah. Belum lagi frekuensi cuci darah  tidak hanya sekali saja bagi penderita gagal ginjal, tapi ada yang 2 minggu sekali, satu minggu sekali atau 3 hari sekali. Selain itu di saat orang di sekitarnya bisa makan apa saja dengan lahapnya, namun untuk penderita gagal ginjal tidak diperbolehkan makan makanan apa saja yang diinginkannya, penderita dilarang makan pisang, belimbing, tidak boleh minum banyak air dan makan makanan lain yang penjadi pantangan.

Begitulah gambaran jika salah satu bagian dari aggota tubuh kita mengalami kerusakan, belum lagi anggota tubuh yang lainnya. Tidak semua orang mampu menjalaninya, tapi terasa mudah bagi hamba yang yakin kepada Allah, bahwa Allah tidak akan menguji hamba-Nya diluar batas kemampuan hamba-Nya. Maka jika hari ini kita merasa tidak punya wajah yang cantik nan menawan tidak mengapa, tidak perlu bersedih hati, takut kalau tidak ada orang yang mau dengan kita, akan tetapi syukurilah pemberian Allah. Mungkin saja dengan pemberian itu justru membuat kita lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan fitnah dunia. Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Jika kita tidak memiliki banyak harta maka tidak mengapa pula, karena Allah sudah mencukupi kebutuhan kita, dan kita memiliki tubuh yang sehat sehinnga berbeda dengan orang yang berharta tapi hartanya sedikit- demi sedikit berkurang untuk berobat karena sakit yang tak kunjung sembuh. Maka segala puji dan rasa syukur hanya kepada Allah, karena Allah sudah memberi  kelengkapan anggota tubuh kepada kita. Allah sudah memelihara kita siang dan malam, Allah  masih mengizinkan kita menghirup udara bersih nan gratis tidak bayar, kedua kaki kita juga masih bisa digunakan untuk melangkah, kedua telinga masih diizinkan oleh-Nya untuk mendengar dan nikmat kesehatan anggota tubuh yang lainnya.

“Allah tidak akan menyiksa kalian, jika kalian bersyukur dan beriman. Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui”.(An Nisa’ : 147)

“Dan  Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur.”(An Nahl : 78)

Dan wujud rasa syukur itu bisa direalisasikan dengan beramal dalam kebaikan bukan dalam kemaksiatan. Serta bertakwa kepada-NYa di saat berkumpul dengan orang lain maupun di saat sendirian. Akan tetapi sampai hari ini apakah kita sudah menjadi hamba yang senantiasa bersyukur kepada-Nya??

 

Benarkah rintihan dalam doa kita?

Pasti pernah dijumpai orang yang berdoa, merintih dan sujud panjang  kepada-Nya bukan karena tulus mengabdi sadar akan hak Allah dalam peribadatannya, bukan karena khawatir jika ibadahnya masih jauh dari standar penerimaan, dan bukan karena memohon ampunan kepada Allah atas besar kecil dosa yang kita buat tapi karena merasa telah kehilangan dunia, harta, keluarga, karir, bisnis dan menginginkan semua itu kembali. Maka bentuk usahanya itu tiada memberi manfaat baginya, kalaupun ada pasti hanya sedikit saja.

Allah menurunkan wahyu-Nya kepada Musa, “ Sekalipun dia berdoa kepada-Ku sampai semua kekuatannya habis, niscaya doanya tidak Aku kabulkan, hingga dia menyadari hak-Ku terhadapnya”. Jadi kesadaran akan hak Allah dalan peribadatan kepada-Nya,dalam  pengabdian dan kepasrahan kepada-Nya, dalam menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya sangat bepengaruh pada pengabulan doa dan dalam pengabulan doa adalah mudah bagi Allah, tak satupun  makhluk bisa mencapurinya. Tangisan dan doa panjang pun tidak akan berpengaruh jika lahir dari hati yang tidak menyadari akan hak Allah.

Benarkah hidup kita?


Kehidupan dunia hanyalah sekejap saja jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat. Tapi kebanyakan manusia mengejar dunia, mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya dengan alasan untuk berjaga-jaga di hari tua dan karena mengkhawatirkan kehidupan anak-anaknya di masa yang akan datang. Jika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka akan bersedih dan kecewa. Jika berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan maka mereka akan menginginkan yang lebih dan  tidak pernah merasa cukup dengannya, seakan-akan  merasa bahwa hidupnya masih lama. Maka semua itu tentunya membuatnya berat untuk meninggalkan kenikmatan dunia, harta yang dikumpulkannya, rumah mewah yang telah dibangunnya, usaha yang telah dirintisnya dan jabatan yang telah diperolehnya. Padahal manusia tidak tahu kapan ia akan menghembuskan nafas terakhirnya. Jika malaikat  maut mencabut nyawa ketika kita sedang disibukkan dengan memburu dunia, maka apa jadinya?

Tidaklah dunia dibandingkan akhirat melainkan ibarat seseorang diantara kalian yang memasukkan jari jemarinya ke dalam lautan samudra, maka lihatlah apa yang diperolehnya(HR. Muslim)

Utsman bin Affan berkata  “Kesedihan dalam urusan dunia dapat menggelapkan hati, sedang kesedihan dalam urusan akhirat dapat menerangi hati”

Memang seseorang harus berusaha mencari penghidupan di dunia tapi alangkah baiknya mengambil secukupnya dari dunia ini untuk mencukupi kebutuhannya.

Barang siapa memperbanyak istighfar, Allah akan memberikan baginya jalan keluar untuk segala kesusahan, kelapangan dari setiap kesempitan dan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka(HR. Ahmad)

Maka tidak perlu khawatir memikirkan hari esok bagaimana hidup kita, karena Allah telah menjamin rizki setiap makhluk-Nya. Apa yang ada pada hari ini harus disyukuri, apa sarana yang ada pada hari ini benar-benar kita menfaatkan, apapun aktifitas hari ini tetap dijalani meski sebelunya merasa tidak percaya dengan kondisi hari ini yang tidak pernah kita duga dan rencanakn. Hanya keyakinan dalam hati.” Ya inilah takdir Alla pasti dibalik semuanya  ada hikmah yang indah, yang kadang hikmah itu baru dapat kita ketahui dan kita pahami setelah beberapa saat sesuatu yang manimpa kita..

 

Kiat Muslimah dalam Menghadapi Tantangan zaman

Disampaikan dalam seminar Dirosah Islamiyah Putri,Simo-Boyolali

Oleh : Ummu Lazwardy Ahmad

  1. I. MUQODDIMAH

Menjadi seorang muslimah tanpa masalah, mungkinkah ?

Barangkali itulah pertanyaan yang sering muncul dibenak setiap muslimah, ideal memang tapi suatu hal yang mustahil sebab disamping ada kesenangan, kehidupan dunia itu hanyalah sebuah permainan belaka. Allah SWT berfirman didalam surat Al Ankabut : 64

Artinya :

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akherat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui “.

Jika kehidupan ini merupakan sebuah permainan, mampukah kita menjadi seorang pemain yang baik, inilah yang menjadi persoalan, maka perlu adanya evaluasi untuk menguji kebenaran dan kesungguhan kita dalam permainan itu, dan kesungguhan itu telah dibuktikan oleh para Nabi dan juga para sahabat Rasulullah SAW, sebagaimana digambarkan oleh Allah SWT didalam firman Nya QS Al Ankabut 2 -3 :

Artinya :

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman’ sedang mereka tidak diuji lagi ?

Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”

Orang yang mendambakan kehidupan tanpa masalah adalah seorang pemimpi, dan orang yang lari dari masalah adalah pengecut, adapun orang yang bertanggung jawab adalah yang berani menghadapi setiap persoalan yang ada dihadapannya dengan cara bekerja keras untuk memecahkan  persoalan itu, kemudian diimbangi dengan kesungguhan, sikap istiqomah dan tawakal kepada Allah SWT, sebab setiap usaha yang dilakukan oleh manusia akan mendapat balasan yang setimpal dari Nya, manusia hanya bisa berusaha dan Allah yang menentukan maka kita wajib ihktiyar dan bersandar hanya kepada Nya, lihat Al Qur’an surat An Najm : 39 – 42 :

Artinya :

  1. 39. Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.
  2. 40. Dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihat (kepadanya)
  3. 41. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna
  4. 42. Dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (Segala sesuatu )

 

  1. II. PROBLEMATIKA YANG SERING DIHADAPI MUSLIMAH DAN GAMBARAN SOLUSINYA

Berbicara tentang problematika kehidupan berarti kiat berbicara tentang kehidupan itu sendiri, sebab setiap upacara, langkah dan gerakan yang kita lakukan bisa menjadi masalah bagi kita, hanya ada beberapa hal yang mungkin dianggap mudah dan tidak dipersoalkan, tetapi ada hal-hal yang dianggap sulit dipecahkan dan itulah yang biasanya dianggap sebagai problem, sedangkan untuk menentukan tingkat kesulitan dari setiap masalah sangat relatif tergantung dari kesiapan masing-masing dalam menghadapi masalah itu, oleh sebab itu pada kesempatan ini kita hanya akan menambah sebagaian kecil dari problamatika tersebut, diantaranya adalah :

  1. Banyak pemikiran deskruktif (pluralisme, kesetaraan gender )

Bersamaan dengan perkembangan jaman, maka berkembang pula pemikiran-pemikiran yang cenderung menyimpang dari kebenaran. Munculnya berbagai aliran kepercayaan yang mengatasnamakan Islam, nabi-nabi palsu dan tidak ketinggalan pula tuntutan kaum wanita agar memiliki kesetaraan dengan kaum lelaki merupakan contoh kongrit dari penyimpangan itu, Bagaimanakah kita menyikapinya ? Itulah pertanyaan yang biasa muncul, sebenarnya jawabannya sangat mudah namun belum tentu semua orang menyukainya, padahal itulah solusinya yang paling mendasar, “Pelajari Al Qur’an dan As Sunnah dengan seksama kemudian aplikasikan dalam kehidupan nyata, niscaya pancaran cahayanya mampu menyinari hati sehingga kita dapat membedakan antara kebenaran dan kebatilan,” itulah jawabannya sebab sesungguhnya al Qur’an itu merupakan solusinya terhadap segala persoalan hidup yang dihadapi manusia. Syyaihul Islam Ibnu Taimiyah berkata : “Sesungguhnya syariat Islam hadir dengan membawa maslahat, dan menyempurnakan , menghapus kerusakan serta menguranginya ,”( Minhajus Sunnah An Nabawiyah 1 / 147)

Orang yang memahami Islam secara kaffah tidak akan mudah terpengaruh dengan berbagai pemikiran yang menyimpang, sebab jiwanya tegak fondasi iman yang kokoh berdasarkan ilmu dan amal yang mapan. Kepada generasi wanita (khususnya generasi muslimah) yang berjuang agar memiliki derajat yang setara dengan laki-laki seharusnya menyadari bahwa sampai kapanpun perjuangan akan sia-sia, sebab hanya ketetapan Allah yang paling adil dan seimbang, masin-masing mendapatkan hak dan kewajiban sesuai dengan kebutuhan, maka bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat. Allah berfirman QS Ali Imran : 36 dan                   surat An Nisa : 34

Artinya :

  1. 36. ….dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan….
    1. 34. Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh Karena Allah Telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan Karena mereka (laki-laki) Telah menafkahkan sebahagian dari harta mereka. Sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri (289) ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah Telah memelihara mereka (290). wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya (291), Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu. Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya (292). Sesungguhnya Allah Maha Tingi lagi Maha Besar.
  1. Lingkungan yang tidak kondusif

Sudah dimaklumi bersama bahwa lingkungan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan, oleh sebab itu setiap muslimah pasti mendambakan lingkungan yang kondusif sesuai dengan syariat agar dapat mengamalkan Islam secara utuh tanpa tantangan yang berarti, namun kenyataan yang dihadapi berbeda dengan apa yang didambakannnya. Kebanyakan dari kaum muslimah berada di tengah masyarakat yang lebih mencintai adat istiadat dari pada syareat Islam, jika keadaannya demikian maka cara menghadapinya harus dengan ilmu, untuk itu ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, diantaranya adalah :

  • Benteng diri dengan terus meningkatkan kualitas iman kepada Allah, ilmu dan amal, sebab iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang, akan bertambah dengan bertambahnya ketaatan dan akan berkurang dengan bertambahnya kemaksiatan.
  • Jadilah bagian dari orang yang ikut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang diinginkan dengan menyebar luaskan dakwah Islam, jangan hanya puas menjadi penonton ataupun juri, sebab Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum hingga mereka mau merubah keadaannya sendiri. Lihat QS Ar Ra’ad : 11
  • Selektif dalam memilih teman terutama sebagai sahabat meskipun harus dengan cara yang santun sebab merupakan cermin dari keadaan agama seseorang.
  • Jalinlah hubungan yang erat dengan orang-orang yang menyambut baik dakwah yang disampingkan dengan menyeimbangkan antara hak dan kewajiban sehingga mereka benar-benar merasakan bahwa Islam itu agama yang adil dan seimbang.
  • Untuk mencapai tujuan yang mulia itu, perlu menjalin komunikasi yang efektif dengan semua anggota keluarga sebab tanpa dukungan dan restu mereka kita tidak bisa berbuat banyak, mengingat tanggung jawab utama kita adalah keluarga.
  1. Banyak  tantangan dari berbagai pihak untuk mengamalkan Islam secara kafah.

Manusia ditakdirkan sebagai makhluk sosial yang mau tidak mau harus berinteraksi dengan sesama. Dari interaksi itu pasti akan dijumpai sikap pro dan kontra, sebab tidak mungkin seseorang memaksakan kehendak kepada orang lain. Tantangan itu biasanya muncul karena adanya sikap kontra dan hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya karena perbedaan keyakinan atau karena kebodohan umat Islam dari ajaran agamanya. Islam itu memang agama yang sempurna, tetapi kebanyakan manusia tidak memahami kesempurnaan itu, disinilah peranan pendidikan dan dakwah diperlukan. Disisi lain disadari ataupun tidak, dengan kemajuan teknologi yang berkembang begitu pesat manusia cenderung senang terhadap sesuatu yang sifatnya instan, kondisi seperti ini membawanya pada suatu sikap banyak mengeluh dan mudah menyerah ketika menghadap kesulitan ataupun tantangan, padahal kita tahu bahwa banyak mengeluh hanya akan menunjukkan kelemahan diri, sedangkan menghindari tantangan bukanlah sikap yang bijaksana, yang harus dilakukan adalah belajar menerima kenyataan hidup dan berani menghadapi tantangan dengan menumbuhkan keyakinan bahwa :

  • Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya karena Allah tidak akan membebani seorang hamba melebihi batas kemampuannnya. Lihat Al Qur’an surat Al Baqarah : 286
  • Sesudah kesulitan pastilah datang kemudahan, QS Alam Nasyrah: 5-6
  • Semakin tinggi tingkat kesulitan yang dihadapi dan semakin banyak pula tantangannya justru akan menjadikan seseorang semakin dewasa, lebih bertanggung jawab dan lebih siap menghadapi kehidupan dimasa yang akan datang, ibarat pisau semakin sering diasah semakin tajamlah ia
  • Allah selalu menyertai kita, di mana dan kapanpun, Dia tidak pernah ngantuk dan tidak pernah tidur, Dia selalu siap mengabulkan doa bagi hamba-hamba Nya yang berdoa kepada Nya, maka sadarkanlah setiap persoalan hanya kepada Nya QS Al Baqarah : 255 dan 186
  1. Hasrat untuk kuliah atau menikah ?

Banyak hal yang ingin dicapai oleh manusia dalam kehidupan ini, padahal kesempatan yang dimiliki sangat terbatas, oleh sebab itu seorang muslimah harus cerdas sehingga mampu menentukan skala prioritas amal dari sekian banyak tanggung jawab yang harus diselesaikan, salah satu contohnya adalah masalah yang biasa dihadapi oleh remaja ketika dihadapkan pada suatu pilihan yaitu : terus kuliah atau menikah ? Pilihan yang cukup berat, sebab hasrat untuk melanjutkan kuliah sangat besar sementara jodoh sudah ada didepan mata, mana yang harus dipilih ? Agar tidak kebingungan perhatikanlah beberapa tips berikut ini :

  • Bertanyalah kepada diri sendiri “Apa sebenarnya tujaun hidup ini ?”
  • Pertimbangkanlah sisi manfaat dan madzorotnya baik untuk kehidupan dunia maupun akherat, dan pilihlah yang banyak mendatangkan manfaat meskipun harus ada yang dikorbankan
  • Jangan kecewakan orang tua, sebab restunya akan menjadi berkah dalam kehidupan sebaliknya murkanya akan menjadi malapetaka di dunia maupun akherat.
  • Jangan lupa libatkan Allah dalam mengambil keputusan dengan jalan sholat istikaroh, sebab baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah.
  1. Aktivitas di dalam dan diluar rumah tidak seimbang ( terutama bagi yang sudah menikah )

Seperti yang sudah dikemukakan diatas, bahwa harus ada prioritas amal agar terciptanya keseimbangan dalam beraktivitas, disamping itu dibutuhkan manegemant yang baik agar aktivitas yang dilakukan dapat membuahkan hasil yang maksimal terutama bagi muslimah yang memiliki perang ganda, bagaimana mestinya ?

  • Jangan ada waktu terbuang dengan sia-sia, sebab diantara bukti baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya Lihat QS Al Mu’minun : 3
  • Biasakan tenang dalam menghadapi setiap persoalan, sebab ketenangan jiwa akan membawa seseorang untuk berfikir dan bertindak secara efektif Ketenangan itu haya bisa diraih dengan banyak berdzikir kepada Allah SWT Lihat QS Ar Ra’d: 28
  • Setelah menentukan skala prioritas amal, dan imbangi dengan kedisiplinan, jangan suka menunda pekerjaan yan bisa dikerjakan saat itu.
  • Atur aktivitas dengan baik, sesuaikan dengan waktu yang dimiliki, sehingga dalam satu rentang waktu dapat mengerjakan beberapa aktivitas.
  • Jadilah orang yang cerdik didalam membaca titik lemah diri, sehingga tidak terjebak pada titik kejenuhan.
  • Sadarilah bahwa kelak kita akan menemui semua kebaikan yang pernah kita perbuat, ibarat petani semakin banyak menanam, semakin banyak pula yang diketam, maka jadikanlah dunia ini sebagai ladang untuk bercocok tanam.
  1. III. BEBERAPA CONTOH DARI MASALAH YANG SERING DILANDA MUSLIMAH PADA JAMAN RASULULLAH SAW DAN PEMECAHANNYA

Problematika kehidupan itu bukan hanya dihadapi oleh manusia dimana sekarang, namun sudah ada sejak Nabi Adam as termasuk orang-orang yang hidup pada jaman Nabi Muhammad SAW. Berikut ini adalah contoh dari permasalahan yang dihadapi oleh muslimah pada jaman Rasulullah SAW dan cara mereka dalam mengatasi permasalahan tersebut.

  • Langsung menikah meskipun belum bisa bersatu, atau cukup dengan tunangan ?

Itulah permasalahan yang dihadapi oleh Ummul Mu’minin Aisyah Rasulullah menikahi pada usia yang masih belia – usia kanak-kanak – untuk kehidupan sekarang yaitu enam tahun, kemudian pada usia sembilan tahun beliau baru menggaulinya, artinya menikah dahulu tanpa tunangan, meskipun belum memungkinkan bersatu, bukan bersatu dahulu karena sudah tunangan, meskipun belum memungkinkan bersatu, bukan bersatu dahulu karena sudah tunangan, meskipun belum menikah seperti kebanyakan yang terjadi pada masa sekarang.

  • Hadiah budak lewat, yang didapat nasehat . Siapa yang tidak mengenal Fatimah putri Rasulullah SAW, dan istri dari Ali bin Abi Tholib ini, suatu ketika Fatimah menghadap Rasulullah SAW yang tidak lain adalah ayahanda tercinta untuk mendapatkan hadiah seorang budak yang dapat meringkankan sebagian dari pekerjaannya, ketika keinginan itu diungkapkan, maka jawaban Rasulullah SAW adalah “Wahai putriku maukah aku beritahukan kepadamu sesuatu yang bila kamu kerjakan nilainya jauh lebih tinggi dari apa yang kamu minta ? Fatimah menjawab :”Baik ya Rasulullah, maka Rasulullah SAW bersabda :”Sebelum kamu tidur bacalah tasbih 33 kali, takbir 33 kali dan tahmid 33 kali” Dengan lapang dada Fatimahpun pulang dan mengamalkan nasehat itu, meskipun budak yang diharapkannya tidak didapat
  • Mempertahankan tauhid atau menerima lamaran perjaka yang ganteng lagi kaya raya ? Umu Sulaim adalah seorang janda dengan satu anak yaitu Anas bin Malik, karena keteguhan iman yang dimilikinya dia berani menolak lamaran dari seorang perjaka dari keturunan bangsawan yang sangat ganteng dan kaya raya disebabkan karena perbedaan keyakinan. Namun karena keteguhan hatinya itu justru membuat Abu Tholhal luluh dan akhirnya masuk Islam, dan syahadat itulah yang menjadi mahar bagi Umu Sulaim.

Dari pembahasan yang saya paparkan diatas semoga dapat ditarik kesimpulan untuk dijadikan sebagai pelajaran bagi kita dalam menghadapi kehidupan dimasa yang akan datang. Satu hal yang perlu saya tegaskan adalah sejauh apapun kita menghindari masalah akan terus datang silih berganti dan tanpa kompromi, maka lebih baik jika kita dapat belajar menerima kenyataan hidup dengan berusaha keras untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang datang kepada kita, sebab setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan kata kuncinya hanya satu yaitu taqwa, selama kita menjadi insan yang bertaqwa maka Allah akan memberikan jalan keluar kepada kita terhadap masalah yang kita hadapi. Allah berfirman di dalam surat Ath Tholaaq: 2-3

Artinya :

  1. 2. …. barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan jalan keluar.
  2. 3. Dan memberi rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya, dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Menjadi insan bertaqwa dan bertawakal kepada Allah memang tidak mudah, maka segala daya dan kekuatan harus dikerahkan untuk mewujudkannya agar Allah memberi kekuatan kepada kita untuk menyelesaikan semua persoalan yang kita hadapai. Wallahu a’alam bis Showab.

Kalimat yang Agung Nan Menakjubkan Dari Seorang Istri Sekaligus Da’iyah.

Setelah wahyu turun, hati Rosulullah menjadi guncang. Maka beliau segera pulang menemui Khadijah dan berkata, “Selimutilah aku..selimutilah aku… Setelah Rosulullah menceritakan semua yang telah terjadi beliau berkata “Aku khawatir terhadap diriku(dari gangguan jin)”, Khadijah menjawab, “Tidak demi Allah!Allah sesekali tidak akan membuat anda sedih. Anda adalah orang yang suka menyambung tali silaturahmi, membantu orang yang lemah, menolong orang yang sengsara, menghormati tamu dan membela orang yang berdiri di atas kebenaran.”

Kalimat agung ini tentu saja tidak mungkin keluar kecuali dari hati yang agung, hati yang paham akan tugas yang diemban sebagai wanita shalihah, seorang istri yang cerdas dan berwatak da’iyah.

Khadijah meneguhkan hati pembawa amanah terbesar umat ini dan penghulu putra Adam. Kalimat yang agung dan istimewa dari seorang wanita yang hidup di zaman jahiliyah dan menjadi sempurna di zaman islam. Khadijah meneguhkan hati suaminya di atas sebuah jalan dan dia tahu dengan penuh keyakinan bahwa jalan tersebut penuh dengan rintangan jalan yang melelahkan, penuh permusuhan dan pengusiran. Pun demikian dia tetap teguh dan meneguhkan hati suaminya agar tetap menapaki jalan ini. Dia adalah teladan bagi para da’iyah, muslimat dan mukminat. Sabar menanti suaminya yang beribadah di goa yang jauh darinya di masa jahiliyah. Dia menjadi perawat pertama Rosulullah, hingga jika beliau mendapat sesuatu yang buruk atau merasa takut, beliau datang kepada Khadijah, ketulusan tutur kata Khadijah membuat beliau mendapatkan ketenangan dan kenyamanan serta rasa aman di sisinya, sesungguahnya dia adalah seorang da’iyah yang berjiwa agung.

Khadijah telah beriman ketika orang-orang masih masih banyak yang mendustakan Rosulullah, dia memberikan hartanya kepada Rosulullah saat orang-orang enggan memberikannya, dan Allah mengkaruniakan anak kepada Rosulullah melalui rahimnya.

Khadijah mngeluarkan segala yang dimilikinya untuk meringankan beban yang manimpa kaum muslimin pada masa pemboikotan politik, ekonomi, sosial terhadap kaum muslimin, padahal dia sudah berusia 65 tahun. Karena perjuangannya tersebut, Khadijah diberi kabar gembira dengan sebuah rumah yang terbuat dari mutiara di jannah yang penuh dengan ketenteraman dan ketenangan(shahih Bukhari). Maka sudah semestinya kita belajar darinya, menjadikannya teladan dalam kehidupan kita, karena dia adalah figur yang amat taguh dalam mempertahankan keimanan dalam perjalanan dakwahnya.Semoga Allah memberi sebaik-baik balasan kepada Khadijah, wanita yang suci, seorang istri yang amat setia & tulus, seorang mukminat yang membela agamanya dengan harta yang dimilikinya.Amin

Siapakah… Pemilik Biografi Terbaik??

Tau nggak Shobat, siapa pemilik bografi terbaik di seluruh penjuru dunia ini dan di sepanjang masa?? Phytagoraskah atau Pierre Pascal??Jawabannya bukan keduanya, akan tetapi Beliau Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, manusia pemilik biografi terbaik. Beliau deberi Allah SWT kesenpurnaan fisik dan akhlak yang tidak cukup hanya digambarkan lewat kata-kata, akibatnya semua hati akan menagungkan dan menyanjung beliau. Jabir bin Samurah berkata: “Aku mlihat beliau pada suatu malam yang cerah tanpa ada mendung. Kupandangi Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam lalu kupandangi rembulan. Ternyata menurut penglihatanku beliau lebih indah daripada rembulan.”(At Tirmidzy di dalam As Syam’ail, hal 2 Misykatul-Mashabih,2/518)

Kesempurnaan Jiwa dan kemuliaan akhlaq beliau,

Beliau adalah orang yang lembut, murah hati, mampu menguasai diri, suka memaafkan saat memegang kekuasaan dan sabar saat ditekan, tidak mudah marah dan paling cepat ridha. Beliau memberikan apapun dan tidak takut menjadi miskin. Ibni Abbas berkata; “Rosulullah adalah orang yang paling murah hati. Kemurahan Hati beliau yang paling menonjol ialah pada bula Ramadhan saat didampingi jibril. Jibril menghampiri beliau pada bulan ramadhan untuk mengajarkan Al Qur’an kepada beliau. Beliau benar-benar orang yang lebih murah hati untuk hal-hal yang baik daripada angin yang berhembus.

Beliau adalah orang yang paling tawadhu’ dan paling jauh dari sifat sombong. Beliau tidak menginginkan orang-orang berdiri saat menyambut kedatangannya seperti yang dilakukan terhadap raja.

Aisya berkata: “ Beliau biasa menambal terompahnya, menjahit bajunya, melaksanakan pekerjaan dengan tangannya sendiri seperti yang dilakukan salah seorang diantara kalian dirumahnya. Beliau sama dengan orang lain, mencuci pakaian, memerah susu dombanya dan membereskan urusannya sendiri( Misykatul- Mashabih, 2/250)

Tawanya berupa senyuman, perkataannya terinci, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Para shahabat tertawa jika beliau tersenyum, karena mereka hormat dan mengikuti beliau. Sampai-sampai Allah berfirman terhadap beliau: “Dan sesungguhnya lkamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”

 

Nah itu hanya sebagian kecil saja dari gambaran kesempurnaan dan keagungan sifat beliau, karena pada hakekatnya akhlaq Rasulullah adalah Al Qur’an. Maka hanya orang bodohlah yang mengidolakan artis-artis di televisi, karena sesungguhnya suri tauladan yang paling baik adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam

 

Source : Siroh Nabawiyah Oleh Syekh Shafiyyurahman Al Mubarok Fury